Ternyata Bumi Itu (tidak) Bundar… June 4, 2008
Posted by rmulyawan in Berpikir.trackback
Pembicaraan seorang kakek dan cucunya di bandara:
“Grandpa, where are you going?”
“I’m going to India.”
“India? Is that where software comes from?“
.
.
Saya merinding baca cuplikan dialog itu…
Jadi gini ceritanya, kebetulan saya lagi membaca bukunya Thomas L. Friedman yang judulnya mengilhami judul tulisan ini: “The World is Flat”. Awalnya sih ga terlalu tertarik, tapi ternyata tulisan-tulisan di buku itu benar-benar mencuri perhatian saya.
Secara umum, isi buku itu menceritakan perjalanan Thomas, sang penulis yang juga seorang wartawan, ke tempat-tempat dimana teknologi maju dengan begitu pesat, sampai mengubah kultur kebudayaan masyarakat sekitarnya.
Saat ini saya baru membaca sampai bab awal-awal, yaitu ketika dia melakukan perjalanan ke India, tepatnya ke Bangalore. Nah, Bangalore ini merupakan tempat yang sangat unik karena ternyata orang-orang India dan pemerintahnya merancang tempat itu untuk menjadi semacam Silicon Valley!
Yup, di sini bermacam-macam perusahaan IT incumbant seperti Cisco System, Intel, dan IBM ramai-ramai buka cabang (outsourcing). Tak sampai disitu, perusahaan-perusahaan newcomer dari India, mulai dari perusahaan layanan jasa sampai desain software, juga ramai-ramai berdiri. Data pada buku tersebut melaporkan bahwa paten yang diklaim atas perusahaan India di Amerika dan Eropa meningkat dengan pesat.
Salah seorang CEO dari InfoSys (salah satu perusahaan terkemuka di India) optimis bahwa masa depan IT di India sangat cerah. Saat ini mereka memiliki banyak sekali tenaga ahli yang datang dari berbagai universitas terkenal di dunia (jadi inget cerita temen tentang hebatnya orang India di NTU). Bahkan seorang CEO dari Global Edge (perusahaan yang bergerak di bidang software design) berpendapat bahwa tak lama lagi India akan leading di persaingan software dunia, karena cepatnya perkembangan software yang terjadi di sana. Potongan dialog di awal tulisan ini akan terjadi pada anda dalam 1 atau 2 generasi kedepan, katanya dengan sangat yakin.
Ngeri ga sih? India yang imejnya dulu terkenal dengan kemiskinan dan kepercayaan animisme, sekarang sudah berani berkata seperti itu! Rasanya jadi malu ama diri sendiri. Dah lama banget kuliah, kok rasanya ga bisa bikin apa-apa ya? Cenderung malah ngerepotin banyak orang (uang kuliah disubsidi dari pajak, dsb), kontribusinya kagak ada.
Orang India saat ini sudah merasa yakin bisa bersaing dengan Eropa dan Amerika, mereka punya mimpi dan kebanggaan, bahwa saat ini dunia sudah tidak lagi bundar. Dunia sudah menjadi flat alias rata, dimana orang sudah tidak lagi merasakan perbedaan apakah sedang berada di Silicon Valley ataukah Bangalore.
Mereka punya mimpi dan kebanggan seperti itu…
.
.
Kapankah kita bisa memiliki mimpi dan kebanggaan seperti mereka, kawan…?
.
.
kebanggaan itu untuk di upayakan .. mimpi itu untuk di realisasikan .. bukan hanya di dalam awang-awang atau ratapan …
Kalau sy merinding pas baca bab 1, ringkasan perjalanan columbus dibandingkan ma perjalanan penulis.
“kalau columbus mengatakan bahwa dunia ini bulat. tapi si penulis menyampaikan ke istrinya bahwa dunia ini datar”
pembukaan yang menarik…
Kemudian diceritain 10 hal yg membuat dunia itu datar yang sebenarnya semacam ringkasan dari kuliah-kuliah di IF… apalagi kuliah-kuliah pilihan sy banyak bercerita ttg yg ada di buku itu.
yeah buku itu emang keren… buku yg dulu membuat sy terkagum-kagum dgn globalisasi dan IT hehehe,,,
gara2 baca buku itu jadinya akhirnya beli buku sejenis,, kyk long tail
nah tapi brusan sy malah baca buku yg bikin sy jd melihat kembali globalisasi dari sisi yg slalu ditakuti tapi moga2 gk membuat pesimis,, seperti yg sy tulis di blog
wah, apa tuh bukunya? mau dong di-share.. butuh pencerahan abis TA ni, hehehe..
bukunya amien rais
…
huehehehe habis TA senang sekali
hihihi,, ditunggu aja makan2nya huehehe