jump to navigation

Pilkada Kota Bandung August 5, 2008

Posted by rmulyawan in Berpikir.
trackback

Tidak terasa, sudah hampir 5 tahun saya tinggal di Kota Bandung, dan kalau diingat-ingat berarti ketika saya menginjakkan kaki di kota Bandung pertama kali suasananya juga sedang mendekati pilkada seperti sekarang. Menyambung tulisan Ai tentang pilkada, saya juga jadi ingin menulis beberapa hal terkait momen yang tinggal beberapa hari ini (10 Agustus). Karena saya pikir momen ini bisa menjadi titik awal perubahan kota Bandung menjadi lebih baik.

Secara khusus, saya akan menyoroti beberapa hal terkait kinerja pemerintah kota Bandung yang sekarang. Berdasarkan data yang saya kumpulkan dengan teman-teman, ternyata kota Bandung ini mencatat beberapa “prestasi” yang cukup bikin miris. Ini beberapa di antaranya:

.

.

Peringkat IPM (Indeks Pembangunan Manusia) kota Bandung menurun drastis dari peringkat 14 melorot keperingkat 49 dalam 5 tahun terakhir (Bappenas 2007).

Kota dengan jumlah keluarga miskin terbanyak se-Jawa Barat (BPS Jabar 2008).

7 dari 10 warga kota Bandung menderita kekurangan air bersih (Basis Data LH Bandung 2006).

Ribuan anak bayi di kota Bandung terjangkit gizi buruk (Dinkes Jabar 2008).

Ribuan ruang kelas di sekolah di kota Bandung rusak berat (Disdik Jabar 2008).

Kota dengan jumlah wanita rawan sosial-ekonomi terbanyak di Jawa Barat (30.000 wanita).

Kota dengan jumlah korban narkoba terbanyak di Jawa Barat (Dinsos Jabar 2007).

Kota dengan jumlah anak terlantar terbanyak di Jawa Barat (Dinsos Jabar 2007).

Kota dengan jumlah keluarga yg tinggal di rumah tidak layak terbanyak di Jawa Barat (Dinsos Jabar 2007).

Jumlah timbunan sampah di kota Bandung mencapai 8000 m3, dengan 3000 m3 diantaranya masih tertinggal di TPS. Angka ini tertinggi di Jawa Barat, dan kota Bandung berhasil meraih penghargaan Bandung Kota Metropolitan Terkotor se-Indonesia selama 2 tahun berturut-turut.

6 dari 10 murid SD di kota Bandung beresiko menurun kecerdasannya, akibat kadar polusi di atas rata-rata (Dept. TL ITB, BPLHD Jabar 2007).

Kerugian akibat kemacetan sebesar Rp. 1,78 M per hari.

Kota dengan jumlah pengangguran terbanyak di Jawa Barat, mencapai 178 ribu orang (BPS Jabar 2007).

Omzet pedagang tradisional menurun tajam hingga 40% per tahun (DPRD kota Bandung 2008).

.

.

Agar tidak dianggap hoax atau asbun, ini saya sertakan juga sumber-sumber dari data di atas, supaya dapat diverifikasi kebenarannya oleh pembaca yg ingin (siapa tahu kan?).

.

.

Indeks Pembangunan Manusia. ketik IPM kirim ke 085220000179, atau dapat ditanyakan langsung ke Bappenas – Jl. Taman Suropati no. 2 Jakarta 10310, telp. 021 3905650, www.bappenas.go.id

Kemiskinan. ketik MISKIN kirim ke 085220000179, atau dapat ditanyakan langsung ke Biro Pusat Statistik Jawa Barat – Jl. PHH Mustofa 43 Bandung

Air Bersih. ketik AIR kirim ke 085220000179, atau dapat ditanyakan langsung ke Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup Daerah Jawa Barat – Jl. Naripan no. 25 Bandung

Gizi Buruk. ketik GIZI kirim ke 085220000179, atau dapat ditanyakan langsung ke Dinas Kesehatan Jawa Barat – Jl. Pasteur no. 25 Bandung, telp. 022 4232292, http://diskes.jabarprov.go.id

Ruang Kelas. ketik PENDIDIKAN kirim ke 085220000179, atau dapat ditanyakan langsung ke Dinas Pendidikan Dinas Pendidikan Kota Bandung – Jl. Rajiman no. 6, telp. 022 4202404, http://disdik.jabarprov.go.id

Wanita Rawan Sosial Ekonomi. ketik WANITA kirim ke 085220000179, atau dapat ditanyakan langsung ke Dinas Sosial Jawa Barat – Jl. Raya Cibabat no. 331, Cimahi 40522, telp. 022 6643149, http://dissos.jabarprov.go.id

Narkoba. ketik NARKOBA kirim ke 085220000179, atau dapat ditanyakan langsung ke Dinas Sosial Jawa Barat – Jl. Raya Cibabat no. 331, Cimahi 40522, telp. 022 6643149, http://dissos.jabarprov.go.id

Anak Terlantar. ketik ANAK kirim ke 085220000179, atau dapat ditanyakan langsung ke Dinas Sosial Jawa Barat – Jl. Raya Cibabat no. 331, Cimahi 40522, telp. 022 6643149, http://dissos.jabarprov.go.id

Rumah Tidak Layak. ketik RUMAH kirim ke 085220000179, atau dapat ditanyakan langsung ke Dinas Sosial Jawa Barat – Jl. Raya Cibabat no. 331, Cimahi 40522, telp. 022 6643149, http://dissos.jabarprov.go.id

Sampah. ketik SAMPAH kirim ke 085220000179, atau dapat ditanyakan langsung ke Kementrian Lingkungan Hidup – Jl. D. I. Panjaitan kavling 24, Kebon Nanas, Jakarta 13410, telp. 021 8517184, www.menlh.go.id

Polusi. ketik POLUSI kirim ke 085220000179, atau dapat ditanyakan langsung ke Dept. Teknik Lingkungan ITB – Jl. Ganesha no. 10, Bandung, atau ke Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup Daerah Jawa Barat – Jl. Naripan no. 25 Bandung

Kemacetan. ketik MACET kirim ke 085220000179, atau dapat ditanyakan langsung ke DPRD Kota Bandung – Jl. Wastukencana no. 2, http://dprd-bandungkota.go.id

Pengangguran. ketik PENGANGGURAN kirim ke 085220000179, atau dapat ditanyakan langsung ke Biro Pusat Statistik Jawa Barat – Jl. PHH Mustofa 43 Bandung

Omzet Pedagang Tradisional. ketik PEDAGANG kirim ke 085220000179, atau dapat ditanyakan langsung ke DPRD Kota Bandung – Jl. Wastukencana no. 2, http://dprd-bandungkota.go.id

.

.

.

Sedih rasanya, kota Bandung yang terkenal sebagai kota wisata (apalagi buat orang Jakarta), ternyata banyak menyimpan catatan yang kurang baik. Buat teman-teman yg berdomisili di kota Bandung, saya yakin pasti pernah merasakan salah satu dampak dari daftar di atas, apalagi buat teman-teman ITB yang pernah merasakan TPS darurat di depan kampus (kebun binatang), hwehehe.

Nah, mungkin di antara teman-teman ada yg bertanya, “kok ga ada daftar prestasi yg positifnya?”.

Hmm, mungkin sebenarnya ada, tapi berhubung saya kurang tahu dan tidak begitu merasakannya, jadi silakan para pembaca aja yg mendata apa aja prestasi pemerintah kota Bandung 5 tahun belakangan ini. Tapi kalau saya boleh kasih opini sih, yang pasti prestasi positifnya bukan di bidang olahraga atau pembangunan industri kreatif.

Lihat saja prestasi Persib yang tidak berdaya di Liga Indonesia (belum pernah juara selama 5 tahun terakhir, belum lagi “oknum” bobotohnya yang brutal, hehe, no offense yah). Industri kreatif (distro, kuliner, dsb) pun setali tiga uang. Kebetulan saya punya beberapa kenalan yg bergerak di bidang tersebut, dan mereka memang benar-benar bergerak sendiri atau dari komunitas, bukan dari dukungan atau dibina oleh pemerintah kota. Misalnya saja distro unkl347 dan Brownies Amanda. Saya kira pemerintah kota Bandung yang sekarang tidak banyak andil dalam mengembangkan industri kuliner dan distro hingga seperti sekarang ini. CMIIW

Bagaimana dengan perbaikan jalan dan infrastruktur? Wah kalau menurut saya sepertinya bukan juga, habis perbaikan jalan baru ada sekarang-sekarang pas mau pilkada (kecuali pembangunan Pasupati kali ya? Itu mungkin termasuk positifnya).

Dari sederet daftar “prestasi” di atas, rasanya banyak pekerjaan rumah yang mesti diselesaikan oleh pemerintah kota Bandung nantinya, atau mungkin malah timbul pertanyaan di benak pembaca, kira-kira masih layakkah pemerintah kota Bandung yang sekarang memimpin kembali?

Wallahu ‘alam, kita doakan saja semoga siapapun yang nantinya memimpin kota Bandung diberikan hidayah dan petunjuk oleh Allah SWT agar dapat memimpin dengan adil dan membawa kota Bandung yang katanya Paris van Java ini menjadi kota yang membawa keberkahan bagi penduduknya.

.

.

“Apakah manusia mengira, bahwa ia akan dibiarkan begitu saja (tanpa pertanggung jawaban)?”

(Q.S Al Qiyamah: 36)

Comments»

1. riska - August 5, 2008

Black campaign??

Piss ah

2. rmulyawan - August 5, 2008

@riska:
hehe, terlihatnya seperti itu yah? padahal ini realita loh..

kalo black campaign kan mengangkat hal-hal yg dibuat-buat untuk menjatuhkan seseorang atau sesuatu, kalo ini kan ngga..

aku si pgn ngebuka mata masyarakat aja, karena kupikir ini hak masyarakat untuk mengetahui kinerja pemerintahnya. masa kita cuma milih doang trus tutup mata ampe pemilu berikutnya? hehe..:D

3. Iqbal - August 11, 2008

betul itu,Mat…sebagai “orang tua” dan ensiklopedia berjalan, kau tentunya dah banyak melihat perkembangan kota ini.

semoga kepala pemerintahan yang terpilih nanti dapat dan akan melakukan perbaikan kota Bandung ini.

saya mah…perantau yang menimba ilmu disini, ndak punya hak milih. hanya dapat berdo’a demi Bandung yang lebih baik. btw…kapan kita kemana,Mat?